Sejarah MA Raudlatul Ulum Putra

MA Raudlatul Ulum Putra didirikan oleh KH. Yahya Syabrowi. Yaitu setelah bermukim di Ganjaran sekitar 10 tahun beliau mulai merintis madrasah Miftahusyibyan yang kelak kemudian hari bernama Raudlatul Ulum. “Perubahan nama itu atas istikharah KH Khozin. Ya putra kiai Yahya sendiri,” kata kiai Romli dari Madura. Lembaga sekolah yang dibuka oleh kiai Yahya itu atas perintah kiai Bukhori Ismail dengan bantuan para tokoh masyarakat kala itu, diantaranya KH As’ad (pendiri pesantren Miftahul Ulum), KH Qoffal Muhammad (mertua KH Qoffal Syabrawi), Hafidz Abdurrozak (seorang alumni Gontor), Bapak Dumyati dari Jombang.



Pada awalnya pelaksanaan kegiatan pendidikan diadakan di rumah penduduk dan rumah ibadah. Diantara lokasi yang dijadikan tempat proses pembelajaran itu adalah rumah Nyai Zakariya dan musholla KH Ahmad Hambali. Tetapi berkat kegigihan para kiai tersebut dalam memperjuangkan munculnya sebuah pendidikan di desa yang dikenal sebagai salah satu tempat penghasil tebu terbaik itu, akhirnya Kepala Desa H Abdurrahman ketika itu turun tangan mengupayakan tanah waqof untuk lahan gedung madrasah.

Pada masa awal, pendidikan di madrasah ini menggunakan metode ala salaf. Bahkan kebiasaan siswa dalam belajar juga masih berperilaku santri kuno seperti, sarung dan bakiak. Tetapi karena perkembangan zaman, kiai Yahya dengan dibantu oleh beberapa tokoh lainnya, antara lain Drs KH Mursyid Alifi (menantunya), kemudian berinisiatif mengembangkan pengetahuan dalam madrasah dengan memasukkan kurikulum dari pemerintah. Semenjak itulah madrasah Raudlatul Ulum semakin pesat perkembangannya dan diminati masyarakat, karena dinilai masyarakat RU merupakan lembaga pendidikan yang mampu menempatkan diri di ruang dan waktu sesuai tuntutan perkembangan zaman. Selanjutnya, pada tahun 1985 kiai Yahya bersama KH. Utsman Mansoer, salah satu pendiri Unisma Malang, membuka Fakultas Syari’ah Unisma di desa Putat Lor. Fakultas yang kini menjadi IAI Al-Qolam itu dimaksudkan untuk menjadi jenjang lanjutan bagi aliyah rintisannya dan madrsah aliyah yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *