Beliau salah satu ulama karismatik, beliau adalah adik KH Yahya Syabrawi beliau berdua adalah keponakan KH Bukhori Ismail. KH. Qoffal Syabrawi merupakan salah satu guru di Madrasah Raudlatul Ulum Ganjaran Gondanglegi. Disamping itu beliau diberi amanah sebagai Koordinator Yayasan Pendidikan Raudlatul Ulum Ganjaran. Beliau merupakan salah satu santri Syekh Ihsan bin Dahlan Jampes pengarang Siraj al Thalibin sarah Minhaj al Abidin. Keilmuan beliau KH. Qoffal Syabrawi sanadnya bersambung kepada Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Sholeh Darat Semarang karena Syekh Ihsan merupakan salah satu murid dari kedua ulama sekaligus Wali Allah ini. Bahkan RA. Kartini juga merupakan santri dari KH. Sholeh Darat. Dengan demikian keilmuan KH. Qoffal Syabrawi ini sanadnya jelas bersambung kepada ulama-ulama yang terus bersambung sampai ke Rasulullah. Ilmu yang beliau ajarkan kepada murid dan santrinya juga jelas dari ulama-ulama yang sanadnya bersambung kepada Rasulullah.
Sebagai seorang ulama dan sekaligus seorang pendidik, kimprahnya di dunia pendidikan tidak diragukan lagi. Beliau tidak hanya mengajar secara teoritis saja tetapi beliau memberikan contoh dengan tingkah laku dan perbuatan yang baik yang mencerminkan ketinggian akhlak al karimah beliau. Beliau tidak hanya mendidik para siswa atau santri tetapi memberikan contoh kepada guru-guru yang lain terutama dalam hal kedisiplinan. Kedisiplinan merupakan suatu hal yang mutlak dalam pendidikan karena kedisiplinan merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Tanpa adanya atau kurangnya kedisiplinan jangan harap pendidikan dapat berjalan dengan baik tetapi sebaliknya pendidikan akan menjadi tidak teratur dan tidak karuan sehingga penyampaian keilmuan kepada siswa tidak dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan dan ujung-ujungnya siswa tetap dalam kebodohan.
Bagaimanapun untuk mencapai kesuksesan caranya adalah dengan kedisiplinan yang tinggi,Inilah yang menjadi perhatian oleh beliau, KH. Qoffal Syabrawi sebagai seorang ulama yang kharismatik, beliau sangat disegani oleh siapapun bukan hanya guru atau siswa atau santri tetapi masyarakat luas baik di desa Ganjaran maupun di luar desa Ganjaran. Bahkan bukan hanya diri beliau saja yang disegani tetapi termasuk barang yang beliau miliki seperti sepeda. Ada dimanapun sepeda beliau tetap aman. Hanya karena sepeda beliau kebetulan ada di madrasah menyebabkan guru dan siswa atau santri tidak berani pulang meski jam pelajarannya sudah habis padahal beliau sendiri tidak berada di madrasah
Dengan kedisiplinan, beliau berharap bahwa siswa atau santri Raudlatul Ulum akan meraih kesuksesan di masa akan datang dan mampu mengembangkan keilmuannya serta mampu menyebarkan ilmu yang diperolehnya di kalangan masyarakat luas, menanamkan nilai-nilai akhlak al karimah sebagaimana yang dicontohkan oleh KH. Qoffal Syabrawi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Your email address will not be published. Required fields are marked *